“Target kami ke depan adalah masuk ke dua digit, artinya di atas 10 juta ton per tahun. Dukungan kontraktor dengan kompetensi tinggi seperti KPP Mining membuat kami semakin yakin seluruh target produksi tersebut dapat tercapai,” ujarnya usai Sign Off Ceremony Mining Contractor Agreement.
Ia menambahkan, pemilihan KPP Mining didasarkan pada rekam jejak dan kompetensi teknis perusahaan sebagai salah satu kontraktor pertambangan terbaik di Indonesia. Selain mengoptimalkan produksi dari aset eksisting, IATA juga membuka peluang ekspansi melalui akuisisi tambang di lokasi lain, termasuk di luar Pulau Sumatera.
Dari sisi kontraktor, KPP Mining menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung rencana ekspansi produksi IATA hingga 10 juta ton per tahun. Proyek Arthaco Prima Energy dinilai memiliki struktur biaya yang kompetitif serta relatif tahan terhadap tekanan fluktuasi harga batu bara global.
(Feby Novalius)