Lasarus berharap Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap kecelakaan pesawat ATR 42-500, yang merenggut 10 korban jiwa, agar tidak menimbulkan spekulasi terkait penyebab insiden.
“Kita serius menangani ini. Jangan sampai kejadian serupa terulang. Tentu bukan kewenangan kami untuk menyampaikan mengapa pesawat berbelok ke arah tersebut, yang sebetulnya bukan jalurnya. Itu hanya informasi awal yang kami terima,” kata Lasarus.
“Namun nanti semuanya akan diserahkan sepenuhnya kepada KNKT untuk mendalami sesuai kewenangannya. Investigasi kecelakaan tidak bisa berspekulasi; harus berdasarkan data teknis dan empiris yang dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.