Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Emas Melonjak, Tembus Rekor USD5.000 per Ounce

Feby Novalius , Jurnalis-Senin, 26 Januari 2026 |08:09 WIB
Harga Emas Melonjak, Tembus Rekor USD5.000 per Ounce
Harga emas melonjak ke rekor tertinggi, menembus level USD5.000 per ounce pada perdagangan hari ini. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Harga emas melonjak ke rekor tertinggi, menembus level USD5.000 per ounce pada perdagangan hari ini. Reli bersejarah tersebut berlanjut seiring investor berbondong-bondong memburu aset safe haven di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

Harga emas spot naik 0,85% menjadi USD5.024,95 per ounce. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari menguat 0,91% ke level USD5.024,60 per ounce. Sepanjang 2026, harga emas tercatat telah naik lebih dari 16%.

"Kami memperkirakan kenaikan lebih lanjut. Proyeksi kami saat ini menunjukkan harga emas akan mencapai puncaknya di sekitar USD5.500 pada akhir tahun ini," kata Direktur Metals Focus Philip Newman, dikutip dari Reuters, Senin (26/1/2026).

Menurut Newman, penurunan harga emas masih berpotensi terjadi, namun sifatnya diperkirakan hanya sementara, termasuk akibat aksi ambil untung oleh investor.

"Namun, kami memperkirakan setiap koreksi akan berlangsung singkat dan segera disambut oleh minat beli yang kuat," ujarnya.

Harga emas telah melonjak 64% sepanjang 2025. Kenaikan ini ditopang oleh permintaan aset aman yang berkelanjutan, pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat, pembelian emas yang kuat oleh bank sentral—dengan China memperpanjang pembelian emasnya hingga bulan ke-14 pada Desember—serta arus masuk rekor ke dana yang diperdagangkan di bursa (exchange-traded fund/ETF).

 

Selain itu, meningkatnya gesekan antara Amerika Serikat dan NATO terkait Greenland turut menambah momentum kenaikan harga emas pada tahun ini, seiring meningkatnya ekspektasi ketidakpastian keuangan dan geopolitik global.

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement