Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Emas Antam Diprediksi Tembus Rp3 Juta Pekan Ini

Feby Novalius , Jurnalis-Senin, 26 Januari 2026 |08:26 WIB
Harga Emas Antam Diprediksi Tembus Rp3 Juta Pekan Ini
Harga emas Antam diprediksi menembus level Rp3 juta pada perdagangan pekan ini. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA – Harga emas Antam diprediksi menembus level Rp3 juta pada perdagangan pekan ini. Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, perang dagang, dinamika politik Amerika Serikat, serta faktor penawaran dan permintaan global.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan harga emas dunia menyentuh level USD4.985 pada perdagangan Sabtu, 24 Januari 2026, atau menjadi harga tertinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, logam mulia Antam sudah mencapai Rp2.887.000 per gram.

"Kalau seandainya emas dunia dan logam mulia turun, kemungkinan akan berada di USD4.960 dan Rp2.852.000 per gram. Jika turun lagi sampai Sabtu depan, harganya bisa menyentuh USD4.904 dan Rp2.752.000 per gram. Namun, jika emas mengalami kenaikan, kemungkinan besar menuju USD5.020 per ounce. Untuk logam mulia, bisa mencapai Rp2.992.000, naik sekitar Rp35.000. Jika naik lebih lanjut, resistance kedua berada di USD5.100 per ounce, atau logam mulia di Rp3.092.000," ujarnya, Senin (26/1/2026).

Menurut Ibrahim, harga logam mulia kemungkinan tidak akan menembus Rp3.100.000 pada pekan ini, tetapi tetap diperkirakan berada di atas Rp3 juta per gram.

Kenaikan harga emas dunia dan logam mulia disebabkan sejumlah faktor, termasuk ketegangan geopolitik, perang dagang, dinamika politik AS, serta mekanisme penawaran dan permintaan global.

 

Pasca meredanya ketegangan terkait Greenland, situasi ini sempat membawa angin segar terhadap pergolakan di Denmark terkait wilayah tersebut. Saat ada pertemuan dan kesepakatan bahwa AS bisa mengakses Greenland, seharusnya hal ini menekan harga emas. Namun, ketika Trump menginisiasi perdamaian Uni Eropa dan isu Gaza, beberapa negara Eropa menolak bergabung, sehingga dampak positif terhadap harga emas menjadi terbatas.

"Walaupun ada kesepakatan Greenland, pemimpin Uni Eropa dan AS memanas, terbukti mereka menolak bergabung," ujarnya.

Selain itu, armada laut AS yang sebelumnya berada di Laut China Selatan kini telah merapat ke Timur Tengah. Trump pun memberi peringatan kepada Iran terkait eksekusi demonstran dan pengembangan reaktor nuklir.

"AS juga memblokade minyak terhadap Kuba, pasca Presiden Venezuela ditangkap, sehingga seluruh perekonomian, termasuk sektor minyak, diawasi ketat," tambahnya.

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement