JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjamin harga daging sapi aman mulai menjelang Ramadhan hingga Lebaran 2026. Pemerintah telah menetapkan harga sapi hidup di angka Rp55.000 per kilogram (kg).
Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pelaku usaha penggemukan sapi/kerbau (feedlotter) yang melepas ke pelaku usaha potong hewan dengan harga melebihi Rp55.000 per kg akan ditindak tegas.
Ia meminta agar pelaku usaha memberikan harga yang baik dan wajar kepada masyarakat. Melalui kesepakatan harga sapi hidup ini, diharapkan akan berdampak positif pada Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen, sehingga daya beli masyarakat selama Ramadhan dan Idulfitri terus terjaga.
Adapun HAP tingkat produsen dan HAP tingkat konsumen untuk daging ruminansia telah diatur dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024. HAP tingkat produsen sapi hidup ditetapkan di Rp56.000 hingga Rp58.000 per kg.
Sementara HAP tingkat konsumen untuk daging sapi segar/chilled adalah: paha depan Rp130.000 per kg, paha belakang Rp140.000 per kg, paha depan beku Rp105.000 per kg, dan daging kerbau beku Rp80.000 per kg.
"Kami cek, masih di bawah HAP, yaitu Rp55.000 per kilogram. HAP-nya Rp56.000 per kilogram. Kalau ada yang saya temukan di antara (pemegang kuota impor sapi/kerbau bakalan) 700 ribu ekor, ini perusahaannya 80 perusahaan, dan melanggar HAP, saya cabut izinnya," tegas Amran dalam keterangan resminya, Senin (26/1/2026).
"Dan selama saya masih menteri, tidak mungkin mereka bisa masuk lagi untuk impor. Kita ini sudah berbaik melayani, kami ini pelayan rakyat. Kami melayani semua: konsumen, produsen, semua. Ini perintah Bapak Presiden. Stabilkan harga. Titik," imbuhnya.
Dalam Proyeksi Neraca Pangan Daging Sapi/Kerbau per 6 Januari 2026, proyeksi ketersediaan stok secara nasional sampai Idulfitri di Maret mendatang masih mencukupi. Stok awal tahun 2026 berada di 41,7 ribu ton.
Kemudian, produksi dalam negeri ditambah hasil potong sapi/kerbau bakalan impor selama tiga bulan ke depan dapat mencapai 125,2 ribu ton. Sementara estimasi realisasi impor Januari sampai Maret 18,5 ribu ton.
Dengan demikian, total ketersediaan Januari sampai Maret dapat mencapai 185,4 ribu ton, sedangkan proyeksi kebutuhan konsumsi daging sapi/kerbau secara nasional untuk periode yang sama berada di 179 ribu ton. Ini berarti masih ada surplus ketersediaan terhadap konsumsi yang diproyeksikan sebesar 6,3 ribu ton.
(Feby Novalius)