Kedua produk ini tetap dapat dimiliki oleh masyarakat kecil karena minimal pemesanannya hanya sebesar Rp1 juta. Pembatasan nilai maksimal pembelian sengaja dilakukan agar asas keadilan dan keterjangkauan bagi investor individu tetap terjaga.
"Kenapa kita batasi ada maksimumnya? Karena kalau tidak dibatasi, terus kemudian ada investor-investor besar yang mereka juga ingin membeli SBN Ritel ini, yang investor individu yang mungkin mau belajar, yang punyanya cuma Rp 1 juta jadi nggak kebagian. Makanya kita di sini ada maksimum pembelian," jelas Novi.
Novi juga menekankan bahwa setiap investasi yang masuk melalui ORI029 akan langsung dialokasikan untuk membiayai kebutuhan pembangunan nasional.
Selain kemudahan akses melalui 28 mitra distribusi yang terdiri dari bank umum, perusahaan efek, hingga platform finansial digital, investor diajak untuk melihat aspek sosial dari instrumen ini sebagai bentuk partisipasi aktif sebagai warga negara.
"Jadi selain memperoleh keuntungan secara finansial atau pribadi, bisa juga mendukung APBN. Jadi secara sosial bisa didapatkan di sini. Artinya kalau beli SBN, turut membiayai APBN," tutur Novi.
Masyarakat yang ingin ikut serta menyukseskan target pembiayaan negara ini dapat memesan melalui saluran daring mitra distribusi resmi seperti terdiri dari 18 bank umum yakni BNI, BRI, Bank Mandiri, BTN, BCA, Bank Mega, Danamon, Permata Bank, HSBC, OCBC, CIMB Niaga, Panin Bank, SMBC, DBS, Bank Victoria, UOB, Standard Chartered, Maybank.
Kemudian 6 perusahaan efek terdiri dari Mandiri Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, BNI Sekuritas, Trimegah Sekuritas, Panin Sekuritas, Philip Sekuritas Indonesia. Lalu 4 perusahaan efek khusus ada bibit, tanamduit, bareksa, serta FUNDtastic.
(Dani Jumadil Akhir)