“Pertumbuhan tersendat, rupiah terus melemah. Jika pertumbuhan tersendat tapi kokoh, rupiah seharusnya stabil, tetapi kenyataannya tidak. Inilah yang saya sebut kelumpuhan ekonomi, yang berujung pada terganggunya stabilitas harga. Apalagi stabilitas harga juga dipengaruhi impor energi, walaupun diumumkan bahwa solar sudah mandiri—namun pertanyaannya, solar yang mana yang benar-benar mandiri?” ujarnya.
Ia menambahkan, permasalahan ekonomi ini bersifat struktural dan telah berlangsung bertahun-tahun. Program-program seperti Kereta Cepat Whoosh, IKN, maupun intervensi Bank Dunia belum memperbaiki harga logistik dan efektivitas infrastruktur. Menurut Ichsanuddin, hal ini menunjukkan lemahnya koordinasi dan efektivitas kebijakan di sektor riil.
(Feby Novalius)