Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Prabowo Bentuk Perminas Kelola Mineral Strategis di RI

Riyan Rizki Roshali , Jurnalis-Jum'at, 30 Januari 2026 |16:37 WIB
 Prabowo Bentuk Perminas Kelola Mineral Strategis di RI
Prabowo Bentuk Perminas Kelola Mineral Strategis di RI (Foto: Setkab)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, pembentukan PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) adalah arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Hal ini bertujuan untuk mengelola mineral-mineral strategis di Indonesia.

“Justru itu (Perminas arahan) dari Bapak Presiden. Untuk supaya kita diharapkan bisa mengelola mineral-mineral kita yang terutama mineral-mineral yang strategis ya,” kata Prasetyo Hadi kepada wartawan, Jumat (30/1/2026).

Dia menjelaskan pertimbangan membentuk Perminas di luar dari Holding Industri Pertambangan MIND ID adalah, karena sejauh ini belum ada perusahaan yang mengelola mineral kritis di Indonesia.

“Ya pasti ada pertimbangannya dong. Ya itu tadi. Mineral kritis. Apa lagi yang harus dijelaskan itu? Itu kan sederhana aja ini kan. Mineral banyak, sudah ada yang dikelola, sudah ada perusahaan. Ini khusus yang mineral kritis,” ujar dia.

Sementara itu, CEO Danantara Rosan Roeslani menjelaskan terkait perbedaan fundamental antara MIND ID dan Perminas. Menurutnya, MIND ID merupakan perusahan holding dengan spesialisasi yang berbeda-beda, misalnya Antam komoditas emas dan nikel, PT Bukit Asam (PTBA) batu bara, PT Inalum aluminium, dan Freeport Indonesia tembaga.

 

Sedangkan, Perminas memiliki spesialisasi di logam tanah jarang atau rare earth element.

“Ya kan kalau MIND ID kan holding company ya. Tapi kalau kita lihat satu-satu, misalnya seperti kan di bawahnya itu ada Bukit Asam, itu batu bara, ada Inalum, ada Aneka Tambang, dan juga ada Freeport,” ungkapnya.

“Ya kan memang itu beda-beda kan ya. Industrinya ada yang di Antam, lebih banyak ada di nikel, dan juga di emas. Ya kalau Perminas ini memang lebih diarahkan untuk rare earth atau tanah jarang. Jadi memang setiap company mempunyai spesialisasi yang berbeda-beda,” sambungnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement