Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Purbaya Prediksi Ekonomi RI 2025 di Bawah Target, Tumbuh 5,1 Persen

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Rabu, 04 Februari 2026 |08:35 WIB
Purbaya Prediksi Ekonomi RI 2025 di Bawah Target, Tumbuh 5,1 Persen
Purbaya Prediksi Ekonomi RI 2025 di Bawah Target, Tumbuh 5,1 Persen (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 mencapai 5,1 persen. Angka pertumbuhan ekonomi ini sedikit di bawah target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

APBN 2025 menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen. Sementara Purbaya memprediksi angka pertumbuhan 2025 berkisar 5,1 persen.

“Mendekati 5,2 persen, 5,1 persenlah. Ada kemungkinan (di bawah target APBN),” ujar Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Selasa 3 Februari 2026

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025

Sementara untuk pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025,  Purbaya optimistis 5,45 persen. Angka itu lebih tinggi dibandingkan rekor pertumbuhan ekonomi pada kuartal-kuartal sebelumnya.

“Kalau saya segitu-gitu aja, 5,45 persen kan, kuartal IV doang,” katanya.

Purbaya soal Ekonomi Indonesia 2026

Sementara untuk tahun 2026, Purbaya percaya diri pertumbuhan ekonomi bakal bergerak lebih pesat. Strateginya berfokus pada menggerakkan dua mesin pertumbuhan secara bersamaan, yaitu sektor pemerintah dan swasta.

Purbaya merujuk pada kinerja perekonomian pada pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono yang banyak didorong oleh sektor swasta. Perekonomian relatif tumbuh positif meski pemerintah cenderung bergerak secara pasif.

 

Sedangkan pada masa kepemimpinan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), menurut dia, partisipasi sektor swasta relatif lebih landai karena kebijakan moneter saat itu kurang mendukung sektor swasta.

Oleh sebab itu, Purbaya berpendapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi perlu menggerakkan kedua mesin secara bersamaan.

Secara paralel, Purbaya juga terus memperbaiki iklim usaha, seperti membereskan hambatan investasi (debottlenecking) melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP). Hal ini dilakukan untuk memberikan kepastian kepada investor soal keamanan berinvestasi di Indonesia.

“Setelah itu, saya pikir mencapai pertumbuhan di atas 6 persen tidak akan terlalu sulit. Jadi kami memaksimalkan semua mesin pertumbuhan ekonomi agar ekonomi bisa tumbuh pada kapasitas penuhnya,” tutur Purbaya.

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement