“Kita menjadi host daripada ABAC ya, APEC Business Advisory Council. Kekuaan APEC kali ini adalah Cina yang puncaknya di November di Shenzhen. Nah, ini juga salah satu contoh kerja sama dengan pemerintah dalam hal ini dengan Kemenlu, tapi juga Kementerian Perdagangan," ujar Anindya.
Selain itu, ia juga menyoroti kehadiran 60 anggota ABAC yang diwakili para penentu kebijakan ekonomi dari kekuatan ekonomi dunia seperti Amerika Serikat, Cina, hingga Rusia.
Menurutnya, momentum tersebut bukan hanya sekedar rapat rutin, namun menjadi karpet merah bagi promosi perdagangan dan investasi.
"Ini merupakan bukan hanya sarana untuk rapat ABAC menuju kepada puncaknya, tapi kita juga menggunakan ini sebagai sarana tadi untuk promosi perdagangan juga investasi. Kita kemarin menjumlahkan market capitalization mereka kalau dijumlahin 1,2 triliun dolar. Jadi, itu mirip-mirip dengan PDB kita," pungkas dia.
(Taufik Fajar)