Sementara itu, Ketua Umum PPIJ sekaligus Ketua Liga Parlemen Indonesia-Jepang Rachmat Gobel menegaskan bahwa kualitas tata kelola dan kepercayaan merupakan elemen kunci dalam membangun kemitraan investasi jangka panjang antara kedua negara.
“Menuju 100 tahun hubungan Indonesia-Jepang, tantangan kita bukan hanya menarik investasi, tetapi membangun arsitektur kepercayaan agar investasi dapat tumbuh, bertahan, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua negara. Kepercayaan tidak dibangun dari insentif semata, tetapi dari bagaimana sebuah negara mengelola dirinya secara konsisten dan bertanggung jawab,” ujar Rachmat Gobel.
Dia menambahkan, Indonesia-Japan Executive Dialogue menjadi bagian dari upaya berkelanjutan PPIJ untuk memperkuat kualitas kemitraan Indonesia-Jepang secara strategis dan berorientasi jangka panjang.
“Forum ini menjadi ruang untuk membangun kepercayaan, memperdalam kolaborasi, serta menyelaraskan kerja sama kedua negara dengan agenda transformasi ekonomi nasional, sehingga kemitraan yang terbangun relevan tidak hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk 100 tahun ke depan,” tandasnya.
(Dani Jumadil Akhir)