Sidang hari ini secara spesifik membahas dua isu besar yang melibatkan UMKM dan ketahanan energi nasional.
Sidang pertama, keberpihakan pada apotek UMKM dengan pemerintah merespons aduan dari Gerakan Apoteker Pemilik Apotek Independen. Hasilnya, disepakati adanya fitur pemutakhiran data otomatis untuk mempermudah perpanjangan izin.
Selain itu, pemerintah menetapkan standar harga dan durasi penyelesaian Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang lebih terjangkau bagi apotek skala kecil.
Sidang kedua adalah dukungan swasembada energi (Bioetanol). Sidang juga membahas masukan dari PT Pertamina Patra Niaga terkait perizinan produk Pertamax Green 95.
Kementerian dan Lembaga terkait sepakat melakukan sinkronisasi regulasi guna mendukung implementasi Bioetanol, sejalan dengan semangat ekonomi hijau dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Purbaya dengan gaya bicaranya yang lugas menyebut bahwa pertemuan ini bertujuan untuk "membersihkan" perilaku oknum pemerintah yang nakal.
"Ini kan tadi, pelaku usaha yang ngadu pemerintah brengsek. Kita beresin, kira-kira gitu," cetus Menkeu.
Hingga saat ini, Satgas P2SP telah menerima 76 laporan. Rinciannya, 60 laporan sedang dalam proses penyidikan, 4 aduan telah dinyatakan selesai, dan 12 laporan dikembalikan untuk perbaikan dokumen.
"Dengan semangat perbaikan iklim investasi dan mendorong perekonomian, pemerintah terus memperkuat kolaborasi untuk menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha," pungkas Purbaya.
(Dani Jumadil Akhir)