Jika mengikutsertakan hasil dari operasi yang dihentikan (discontinued operations) serta laba bersih dari penjualan bisnis Es Krim, total laba bersih Perseroan untuk tahun buku 2025 mencapai Rp7,6 triliun.
Unilever juga berhasil melakukan premiumisasi produk dan memperkuat kehadiran di saluran digital (D-Commerce) serta kategori Health & Beauty. Langkah strategis lainnya adalah melakukan divestasi pada bisnis es krim dan teh guna memfokuskan sumber daya pada kategori dengan potensi pertumbuhan jangka panjang yang lebih besar.
Menatap tahun 2026, Unilever tetap optimis meskipun memperkirakan adanya perlambatan sementara pada kuartal pertama akibat pola belanja Idul Fitri yang lebih awal. Fokus utama perusahaan tetap pada pertumbuhan volume yang melampaui tren pasar dan efisiensi rantai nilai.
“Kami memulai 2026 dengan keyakinan pada fondasi yang telah kami bangun dan fokus yang jelas untuk memberikan dampak. Prioritas kami adalah tetap disiplin, terus meningkatkan kinerja merek-merek kami, dan memperkuat cara kami menjalankan strategi di setiap kanal," tutup Benjie.
(Taufik Fajar)