Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Limbah Jerami Disulap Jadi Sumber Energi dan Produk Bernilai Tinggi

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Selasa, 17 Februari 2026 |18:07 WIB
Limbah Jerami Disulap Jadi Sumber Energi dan Produk Bernilai Tinggi
Limbah Jerami Disulap Jadi Sumber Energi dan Produk Bernilai Tinggi (Foto: Pertamina Patra Niaga)
A
A
A

JAKARTA - Limbah pertanian kini bisa menjadi sumber energi hingga produk bernilai ekonomi. Hal ini dimanfaatkan oleh masyarakat di Nagari Padang Toboh, Sumatera Barat (Sumbar).

Limbah Pertanian

Di Nagari Padang Toboh, tantangan pengelolaan limbah pertanian dan peternakan menjadi salah satu isu utama.

Berangkat dari kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga melalui unit Aviation Fuel Terminal (AFT) Minangkabau mengembangkan Sistem Inovasi Cerdas Kelola Limbah (SI CADIAK) berbasis ekonomi sirkular.

Limbah pertanian yang sebelumnya belum dikelola secara optimal kini diposisikan bukan lagi sebagai sisa hasil panen, melainkan sebagai sumber daya bernilai yang dapat dimanfaatkan secara produktif.

Dengan pendekatan eco-inovasi, jerami diolah secara berkelanjutan untuk menekan praktik pembakaran terbuka, meminimalkan dampak lingkungan, sekaligus meningkatkan efektivitas pemanfaatan potensi lokal.

 



Manfaatkan Jadi Sumber Energi

Program ini mengubah limbah jerami dan kotoran ternak menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.

Melalui SI CADIAK, sebanyak 894 ton jerami per tahun dan 864 ton kotoran ternak diolah menjadi kompos, bioetanol, parfum jerami ramah lingkungan bernama ARUWA, mendukung Program Sawah Pokok Murah, serta menghasilkan energi baru terbarukan melalui PLTS yang dimanfaatkan untuk mendukung Learning Center UKASEMA.

Dampak yang dihasilkan pun signifikan, antara lain penurunan emisi hingga 1.305 ton CO₂e per tahun, pengurangan kasus ISPA sampai 80% dalam periode 2022–2025, serta peningkatan pendapatan masyarakat hingga 63% melalui diversifikasi produk dan efisiensi biaya pertanian.

Pemberdayaan Masyarakat

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menyampaikan bahwa program ini bagian dari TJSL dan merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

“SI CADIAK menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara Pertamina Patra Niaga dan masyarakat mampu menghadirkan solusi berkelanjutan. Program ini tidak hanya menyelesaikan persoalan limbah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi, memperkuat ketahanan energi berbasis biogas, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nagari secara inklusif,” ujar Roberth.

 



Lebih lanjut, Roberth menegaskan bahwa SI CADIAK juga menjadi salah satu program andalan perusahaan dalam mendukung pemenuhan kriteria Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER).

Pendekatan berbasis inovasi dan dampak terukur yang diterapkan tidak hanya memberikan manfaat nyata di lokasi pelaksanaan, tetapi juga menjadi tolak ukur praktik pengelolaan limbah produktif berbasis masyarakat yang dapat diimplementasikan di berbagai daerah lain. Siti, anggota Kelompok UKASEMA merasakan langsung manfaat berkelanjutan dari program ini.

“SI CADIAK bersama Pertamina bukan hanya tentang pertanian biasa, tetapi kami diajarkan untuk mengolah limbah dengan tepat dan menghasilkan produk yang bisa dijual dari limbah tersebut. Hasil limbah sedikit banyaknya bisa membantu menyambung hidup kami, di mana sebagian besar kami hanya buruh tani dan ibu rumah tangga. Kami sudah bisa menjual produk dari limbah, sehingga menghasilkan pemasukan tambahan bagi kami,” ungkap Siti.

Program SI CADIAK selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain tujuan 1 Tanpa Kemiskinan, tujuan 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, tujuan 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta tujuan 13 Penanganan Perubahan Iklim.

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement