Keputusan ini merupakan rangkaian terbaru dari pengenaan bea masuk selama satu dekade terhadap "impor produk surya murah dari Asia, yang sebagian besar diproduksi perusahaan asal China". Menurut lembar fakta DOC, lembaga tersebut menghitung tarif subsidi umum bagi para importir.
Pejabat perdagangan AS mengatakan langkah ini “mendukung pemilik pabrik tenaga surya domestik setelah menemukan bahwa perusahaan di tiga negara itu menerima subsidi pemerintah,” yang menurutnya “membuat produk AS menjadi tidak kompetitif di pasar sendiri.”
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah di kisaran Rp16.790–Rp16.820 per dolar AS, sementara untuk satu minggu ke depan diperkirakan berada di rentang Rp16.750–Rp16.900.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.