JAKARTA – Keberadaan Danantara ikut menjadi sorotan dalam laporan Fitch Ratings yang merevisi outlook peringkat utang Indonesia menjadi negatif. Lembaga pemeringkat menilai terdapat ketidakpastian terkait mandat investasi Danantara dan dampaknya terhadap fiskal negara.
Merespons hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengakui bahwa Danantara masih tergolong lembaga baru sehingga belum banyak dikenal oleh pelaku pasar global.
“Danantara kan organisasi sovereign wealth fund yang baru. Tentu belum semuanya kenal,” kata Airlangga saat ditemui di Menara Batavia, Kamis (5/3/2026).
Menurut Airlangga, Fitch membutuhkan waktu untuk membangun rekam jejak sehingga dapat meningkatkan kepercayaan pasar.
“Track record-nya diperlukan. Oleh karena itu, perhatian itu menjadi catatan,” ujarnya.
Airlangga menambahkan, upaya memperkenalkan dan memperkuat kredibilitas lembaga tersebut akan menjadi tugas manajemen Danantara.
“Upaya tentu diserahkan ke Danantara,” ungkapnya.
Dalam laporannya, Fitch menilai dana investasi tersebut berpotensi menjadi instrumen untuk mendorong proyek hilirisasi dan sektor strategis. Namun, lembaga pemeringkat juga mengingatkan perlunya kejelasan mandat agar tidak menimbulkan risiko fiskal tambahan di luar anggaran pemerintah.
Meski outlook diturunkan, Fitch tetap mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB, atau masih dalam kategori layak investasi.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.