Didukung penguatan operasional dan keuangan yang disiplin, PGN membukukan pendapatan mencapai USD3,9 miliar pada tahun 2025, meningkat 5% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pencapaian laba operasi tercatat USD519,6 juta, sedangkan laba bersih mencapai USD215,4 juta yang dipengaruhi oleh penyesuaian nilai aset hulu yang bersifat non-cash.
Perseroan juga membukukan EBITDA sebesar USD971,2 juta dengan arus kas operasional positif sebesar USD657,1 juta, mencerminkan ketahanan fundamental dan kapasitas kas yang tetap kuat di tengah dinamika industri energi.
Fajriyah menambahkan bahwa kinerja PGN didukung oleh portofolio bisnis yang terdiversifikasi yang berfokus pada midstream dan downstream, meliputi segmen transmisi dan distribusi gas bumi, LNG, serta kontribusi anak perusahaan dan afiliasi lainnya.
“Kami konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan arus kas dan portofolio, termasuk langkah selektif pada proyek prioritas. Strategi ini penting untuk memperkuat ketahanan korporasi dalam menghadapi tantangan ke depan,” jelasnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.