Lebih lanjut, Budhi menambahkan bahwa kerja sama ini tidak hanya berhenti pada skema kontra bank garansi. Ke depan, kedua institusi membuka ruang pengembangan produk yang lebih luas, mulai dari asuransi kredit, asuransi kebakaran, hingga berbagai solusi proteksi lainnya yang terintegrasi guna menjawab kebutuhan pembiayaan dan pengelolaan risiko yang semakin kompleks.
Di tengah dinamika industri jasa keuangan, Askrindo memastikan bahwa seluruh langkah perbaikan dan penguatan bisnis dilakukan dalam koordinasi aktif bersama regulator dan para pemangku kepentingan terkait. Hal ini guna menjaga stabilitas operasional, keberlanjutan usaha, serta mempertahankan kepercayaan publik terhadap industri asuransi nasional.
Selain itu, Askrindo berkomitmen untuk terus menjalankan transformasi bisnis yang berlandaskan tata kelola perusahaan yang kuat, prinsip kehati-hatian (prudential), serta fokus pada perlindungan kepentingan nasabah. Komitmen ini menjadi bagian dari kontribusi nyata perusahaan dalam memperkuat sistem keuangan nasional dan ekosistem pelindungan risiko yang sehat dan berkelanjutan.
“Bagi Askrindo, ekspansi bisnis harus berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola dan manajemen risiko. Kami memastikan setiap langkah transformasi dilakukan secara terukur, transparan, dan dalam koordinasi aktif dengan regulator serta pemangku kepentingan. Kepercayaan publik adalah fondasi utama, dan perlindungan kepentingan nasabah akan selalu menjadi prioritas kami dalam mendukung stabilitas sistem keuangan nasional,” tutup Budhi.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.