JAKARTA — PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi sekitar 3,5 juta kendaraan akan meninggalkan wilayah Jakarta selama periode arus mudik Lebaran 2026. Proyeksi tersebut disusun berdasarkan analisis data historis lalu lintas serta perhitungan yang dilakukan bersama Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantoro, mengatakan angka tersebut merupakan hasil identifikasi berbasis data pergerakan kendaraan pada periode mudik sebelumnya. Ia menegaskan Jasa Marga juga telah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama musim mudik tahun ini.
"Diperkirakan 3,5 juta kendaraan akan bergerak, di mana kita melihat bahwa arus mudik yang akan terjadi puncaknya pada tanggal 18 (Maret). Tapi kami perkirakan pergerakan sudah muncul mulai dari hari Jumat ini, karena memang dengan adanya liburan yang cukup panjang," ujarnya dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa (10/3/2026).
Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada 24 Maret 2026 atau H+3 Lebaran. Rivan juga memaparkan distribusi tujuan kendaraan yang keluar dari Jakarta selama periode mudik, di mana sekitar 28 persen kendaraan diperkirakan menuju Merak, 50 persen ke arah timur hingga Cipularang, dan sekitar 20 persen menuju wilayah Bogor.
Menurutnya, jalur ke arah timur menjadi perhatian utama karena memiliki porsi kendaraan terbesar. Dari total kendaraan yang menuju arah timur tersebut, sekitar 57 persen akan melanjutkan perjalanan ke jalur Trans Jawa, sementara sekitar 42 persen menuju arah Cipularang.
"Nah yang pasti diantisipasi adalah yang 50 persen ke timur, karena ini akan terbagi kembali 57 persen ke arah Trans Jawa dan 42 persen sekian ini adalah yang ke arah Cipularang. Dan biasanya kepadatan di kilometer 6,6 karena adanya jumlah kendaraan yang lebih banyak," kata Rivan.