Pada perspektif berbeda, capaian akumulasi penerimaan pajak secara kotor (bruto) telah menyentuh angka Rp336,9 triliun, yang sekaligus menandai pertumbuhan sebesar 12,7 persen. Melesatnya tren setoran pajak ke kas negara selama dua bulan belakangan ini secara langsung ikut memberikan stimulus bagi akselerasi belanja pemerintah.
Sebagai informasi tambahan, nominal penyerapan anggaran untuk belanja negara sepanjang Januari–Februari 2026 tercatat menembus Rp493,8 triliun, atau meningkat 41,9 persen.
"Belanja jadi lebih cepat dengan APBN yang baik karena ada peningkatan penerimaan pajak," kata Suahasil.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi defisit APBN hingga 28 Februari 2026 tercatat sebesar Rp135,7 triliun atau setara 0,53 persen terhadap PDB.
Angka ini dinilai masih sangat aman dan berada dalam koridor perencanaan fiskal 2026. Purbaya menanggapi adanya perbandingan dengan kondisi tahun lalu yang sempat surplus. Ia menekankan bahwa percepatan belanja di awal tahun adalah langkah sengaja agar dampak fiskal terhadap perekonomian bisa dirasakan masyarakat sejak dini, bukan hanya menumpuk di akhir tahun.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.