Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

4 Fakta Purbaya Dimaki-maki Netizen Akibat Rupiah Rp17.000 per USD

Feby Novalius , Jurnalis-Minggu, 15 Maret 2026 |07:03 WIB
4 Fakta Purbaya Dimaki-maki Netizen Akibat Rupiah Rp17.000 per USD
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dikritik tajam oleh masyarakat karena Rupiah melemah. (Foto: Okezone.com/IMG)
A
A
A
Purbaya memastikan momentum pertumbuhan ekonomi akan tetap terjaga melalui langkah-langkah strategis yang akan diambil pemerintah secara berkala guna menetralisir dampak negatif dari volatilitas pasar keuangan global.

"Yang jelas, kalau pengalaman 2008, 2020, 2015, kita bisa menjaga momentum pertumbuhan ekonomi kita," pungkasnya.

4. Dampak Perang

Tekanan ekonomi global akibat konflik antara AS-Israel dan Iran dinilai berpotensi mendorong kenaikan inflasi di Indonesia menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Kondisi ini juga berdampak pada pelemahan nilai tukar Rupiah serta meningkatnya inflasi impor.

Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Abdul Manap Pulungan, mengatakan situasi ekonomi saat ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena momentum Ramadhan berlangsung bersamaan dengan tekanan global yang kuat.

Ia menjelaskan bahwa tekanan inflasi saat ini datang dari berbagai sumber, mulai dari kenaikan harga pangan, inflasi energi, hingga depresiasi nilai tukar Rupiah yang memicu peningkatan inflasi impor.

"Dengan adanya tantangan-tantangan dari sisi inflasi bahan makanan, terus inflasi energi, nilai tukar terdepresiasi yang pada akhirnya meningkatkan inflasi impor, maka ini akan mempengaruhi inflasi secara keseluruhan," kata Abdul Manap.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement