Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah tetap optimistis kondisi energi Indonesia pada 2026 akan aman. Menurutnya, tugas pemerintah adalah menyelesaikan setiap tantangan yang muncul, termasuk dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga energi.
“Sebagai pembantu Presiden, saya harus optimistis. Kalau ada masalah, itu tugas kita untuk selesaikan,” ujarnya.
Terkait sumber impor energi, Bahlil menyebut pemerintah membuka peluang kerja sama dengan berbagai negara. Ia menekankan bahwa yang terpenting adalah ketersediaan pasokan dan harga yang kompetitif, tanpa membatasi pada negara tertentu.
Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap dapat meredam dampak gejolak harga minyak global sekaligus memastikan kebutuhan energi nasional tetap terpenuhi.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.