Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Michael Bambang Hartono Wafat, Konglomerat Djarum yang Pernah Raih Medali Asian Games

Feby Novalius , Jurnalis-Kamis, 19 Maret 2026 |15:30 WIB
Michael Bambang Hartono Wafat, Konglomerat Djarum yang Pernah Raih Medali Asian Games
Michael Bambang Hartono Atlet Asian Games 2018. (Foto: Okezone.com/Forbes)
A
A
A

JAKARTA – Michael Bambang Hartono tidak hanya dikenal sebagai pengusaha sukses dan salah satu orang terkaya di Indonesia, tetapi juga pernah menjadi atlet nasional cabang olahraga bridge pada ajang Asian Games 2018.

Ia memperkuat tim bridge Indonesia di Asian Games 2018. Saat itu, Michael yang berusia 78 tahun tampil pada nomor supermixed team bersama Bert Toar Polii, Frangky Karwur, Jemmy Bojoh, Conny Sumampauw, dan Rury Andhani, dan berhasil meraih medali perunggu.

Bambang dan tim dinilai telah berusaha maksimal selama kompetisi yang berlangsung sepekan di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta, pada 21–27 Agustus 2018.

Tidak hanya berprestasi sebagai atlet, Bambang juga berperan dalam memperjuangkan cabang olahraga bridge agar dapat dipertandingkan di Asian Games 2018. Ia mengakui perjuangan tersebut tidak mudah karena bridge sempat mendapat penolakan dari berbagai pihak, termasuk Komite Olimpiade Asia (OCA).

“OCA sempat menolak bridge dipertandingkan karena dianggap berbau judi,” ujarnya.

“Namun, mereka akhirnya menerima setelah dijelaskan bahwa pemain kelas dunia justru berasal dari negara-negara mayoritas Muslim, seperti Pakistan, Mesir, dan Bangladesh. Selain itu, olahraga ini membutuhkan daya analisis yang tinggi,” tambah Bambang, yang merupakan atlet tertua dalam kontingen Indonesia pada Asian Games 2018 Jakarta–Palembang.

Perjalanan Bambang menekuni bridge dimulai sejak usia enam tahun sekitar 1947. Saat itu, ia melihat orang tuanya bermain bridge di rumah. Karena kekurangan pemain, ia kemudian diajak ikut bermain.

Sejak saat itu, Bambang kecil jatuh cinta pada olahraga tersebut. Ia yang pernah menjabat Ketua Dewan Pembina PB Gabsi periode 2014–2018 menilai bridge mampu melatih kemampuan analisis, membaca kekuatan dan kelemahan lawan, serta menjaga ketajaman daya pikir.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement