Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Emas Diprediksi Tetap di Bawah Rp3 Juta Pekan Depan, Ini Penyebabnya

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Minggu, 22 Maret 2026 |14:25 WIB
Harga Emas Diprediksi Tetap di Bawah Rp3 Juta Pekan Depan, Ini Penyebabnya
Harga emas ditutup merosot pada akhir pekan, mencerminkan tekanan kuat dari penguatan dolar Amerika Serikat. (Foto: Okezone.com/IMG)
A
A
A

JAKARTA — Harga emas ditutup merosot pada akhir pekan, mencerminkan tekanan kuat dari penguatan dolar Amerika Serikat serta meningkatnya tensi geopolitik global.

Pada perdagangan Sabtu pagi, harga emas berada di level USD 4.497,37 per troy ons, turun signifikan dibandingkan sesi sebelumnya.

Sejalan dengan itu, harga logam mulia di dalam negeri juga ikut terkoreksi dan ditutup di kisaran Rp2.893.000 per gram.

Menurut analis keuangan Ibrahim Assuaibi, pelemahan ini berpotensi masih berlanjut pada perdagangan pekan depan, dengan kecenderungan harga logam mulia tetap berada di bawah level psikologis Rp3 juta per gram.

"Jadi ada kemungkinan besar dalam minggu depan logam mulia akan berada di bawah Rp3 juta, yakni di kisaran Rp2.890.000 per gram," ujarnya kepada awak media, Minggu (22/3/2026).

Secara teknikal, ia menjelaskan bahwa apabila tekanan berlanjut, harga emas dunia diproyeksikan menguji level support pertama di USD 4.423,06 per troy ons. Jika tekanan semakin dalam, support berikutnya berada di kisaran USD 4.319,00, yang dapat mendorong harga logam mulia turun ke level Rp2.840.000 hingga Rp2.800.000 per gram.

Namun demikian, peluang penguatan masih terbuka. Jika harga emas berbalik naik dan menembbus resistance di USD 4.559,86 per troy ons, maka logam mulia berpotensi naik ke kisaran Rp2.920.000 per gram. Sementara jika penguatan berlanjut ke resistance kedua di USD 4.681,50, harga logam mulia diperkirakan mendekati Rp2.980.000 per gram, meski masih berada di bawah Rp3 juta.

Ibrahim menambahkan, tekanan terhadap emas saat ini dipicu oleh pergeseran minat investor ke dolar AS yang dinilai lebih menarik dalam jangka pendek. Indeks dolar diperkirakan akan bergerak menguat menuju level 101,20 dari support di kisaran 98,73, sehingga semakin membebani harga emas global.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement