JAKARTA — Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menegaskan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog pada Maret 2026 kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Menurutnya, jumlah stok nasional telah mencapai 4,3 juta ton, melampaui capaian tertinggi sebelumnya sebesar 4,2 juta ton pada tahun lalu. Angka ini juga disebut akan terus bertambah seiring waktu.
"Sektor pangan, alhamdulillah, hari ini tertinggi sepanjang sejarah. Stok kita 4,3 juta ton. Tidak pernah terjadi. Tahun lalu maksimal 4,2 juta ton. Hari ini 4,3 juta ton. Bulan depan bisa mencapai 5 juta ton," ungkapnya dalam konferensi pers, Senin (30/3/2026).
Ia menjelaskan, lonjakan stok beras membuat pemerintah harus menambah kapasitas penyimpanan melalui penyewaan gudang tambahan. Dari kapasitas gudang tetap sebesar 3 juta ton, pemerintah kini menambah 2 juta ton kapasitas sewa untuk menampung hasil serapan produksi beras domestik.
Secara tahunan, stok CBP pada Maret 2026 melonjak 274,9% dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang saat itu berada di level 1,1 juta ton. Kenaikan juga tercatat sebesar 87,3% dibandingkan Maret 2025 yang mencapai sekitar 2,3 juta ton.
Kenaikan stok tersebut terutama ditopang oleh peningkatan penyerapan beras produksi dalam negeri. Pada Maret 2024, realisasi pengadaan beras domestik tercatat sekitar 24,6 ribu ton, sedangkan pada Maret 2025 meningkat menjadi 610,2 ribu ton.
Menurut Amran, kuatnya cadangan beras pemerintah turut berkontribusi terhadap stabilitas harga pangan, khususnya selama bulan Ramadan. Ia menekankan bahwa beras kini tidak lagi menjadi penyumbang utama inflasi seperti yang sering terjadi dalam satu hingga dua dekade terakhir.
"Alhamdulillah, pada bulan suci Ramadan, harga beras bukan menjadi penyumbang inflasi. Padahal dalam 10 hingga 20 tahun terakhir, biasanya beras menjadi penyumbang inflasi terbesar," ujar Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman.