Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

MNC Digital Entertainment (MSIN) Raih Pendapatan Rp3,833 Triliun Sepanjang 2025

Taufik Fajar , Jurnalis-Rabu, 01 April 2026 |20:22 WIB
MNC Digital Entertainment (MSIN) Raih Pendapatan Rp3,833 Triliun Sepanjang 2025
MNC Digital (Foto: Okezone)
A
A
A

Sementara itu, laba bersih meningkat signifikan menjadi Rp985 miliar pada tahun 2025, menandai peningkatan 140% YoY
dibandingkan dengan Rp410,8 miliar pada tahun 2024, dengan margin laba bersih meningkat menjadi 26% dari 13%. 

Pada Maret 2026, Perseroan secara resmi meluncurkan V+ Short, platform micro drama pertama di Indonesia yang dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem hiburan digital MSIN.

Platform ini menampilkan drama pendek berformat vertikal yang dirancang khusus untuk konsumsi seluler, menawarkan format baru dengan alur cerita yang cepat di berbagai genre seperti romance, family, fantasi, komedi, dan lain-lain. Saat peluncuran, platform ini memperkenalkan lebih dari 200 judul micro drama, menggabungkan produksi orisinil Indonesia dengan konten pilihan dan akuisisi.

Tidak seperti platform berlangganan tradisional, V+ Short mengadopsi model monetisasi hybrid, termasuk pembayaran per episode dan akses yang fleksibel, memungkinkan Perseroan untuk mendiversifikasi aliran pendapatannya di luar model periklanan dan
berlangganan. Platform ini juga mendukung berbagai pilihan subtitle, termasuk bahasa Inggris, Indonesia, dan Mandarin untuk menjangkau audiens internasional yang lebih luas.

Untuk mempertahankan engagement dan pertumbuhan platform, Perseroan berencana untuk terus merilis episode konten baru secara harian, mingguan, dan bulanan, memastikan adanya judul micro drama baru yang stabil.

Kedepannya, MSIN bermaksud untuk memposisikan V+ Short sebagai pendorong utama pertumbuhan digitalnya di masa mendatang. Platform ini dirancang dengan strategi global, menargetkan audiens di seluruh pasar internasional dan memanfaatkan meningkatnya permintaan akan hiburan video pendek yang berfokus pada pengguna seluler di seluruh dunia. Dengan siklus produksi yang cepat, produksi konten yang besar, dan potensi engagement pengguna yang kuat, micro drama diharapkan menjadi pilar penting dari ekspansi pendapatan jangka panjang Perseroan. 

Sebagai bagian dari strategi untuk merampingkan ekosistem digitalnya dan memperkuat penawaran OTT di Indonesia, MSIN berencana untuk mengintegrasikan platform streaming RCTI+ dan Vision+ ke dalam satu platform terpadu. 

Integrasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan, meningkatkan efisiensi operasional, dan menciptakan destinasi digital yang lebih kuat bagi audiens Indonesia. Platform gabungan ini akan fokus pada format video panjang dan horizontal, menyatukan konten VOD bersama dengan saluran linear gratis dan premium dalam satu ekosistem.

Dengan mengkonsolidasikan pustaka konten, audiens, dan infrastruktur teknologi, Perseroan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pencarian konten, memperdalam engagement pemirsa, dan memperkuat monetisasi di seluruh model periklanan dan berlangganan. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi platform MSIN yang lebih besar.

Sementara platform RCTI+ & Vision+ yang terintegrasi akan fokus pada pasar Indonesia untuk konten panjang, V+ Short dirancang untuk mengatasi pasar global yang berkembang pesat untuk micro drama berdurasi pendek yang mengutamakan perangkat seluler, memposisikan Perseroan untuk menangkap peluang di seluruh segmen hiburan digital domestik dan internasional. 

MSIN saat ini sedang mempersiapkan untuk melakukan dual listing di bursa saham internasional, dengan target timeline pada kuartal kedua tahun 2026. Inisiatif ini merupakan bagian dari visi Perseroan untuk memperkuat kehadirannya di pasar modal global dan meningkatkan akses ke basis investor internasional yang lebih luas.

Perseroan telah menunjuk penasihat internasional terkemuka untuk mendukung proses persiapan. Rincian lebih lanjut mengenai dual listing yang diusulkan akan diumumkan pada waktunya seiring dengan penyelesaian beberapa tahapan yang diperlukan, dengan penyelesaian yang diharapkan pada kuartal kedua tahun 2026.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement