JAKARTA - PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) terus memperkuat dominasinya di ranah digital melalui jaringan Multi-Channel Network (MCN) yang kini mencatatkan lebih dari 1,5 miliar views setiap bulannya di berbagai platform media sosial. Besarnya jangkauan (reach) tersebut menjadi mesin pertumbuhan baru bagi perseroan melalui tiga skema monetisasi strategis.
Direktur Utama MSIN, Angela Tanoesoedibjo menjelaskan bahwa jejak digital yang masif merupakan aset krusial bagi perseroan untuk mengonversi trafik menjadi pendapatan yang berkelanjutan.
“Betul, jadi kami saat ini memiliki footprint digital yang cukup besar dengan 1,5 billion views per month. Dan ini adalah sebuah reach yang cukup signifikan di Indonesia. Jadi, cara kami memonetisasi hari ini itu dengan tiga cara sebetulnya,” jelas Angela dalam public expose insidentil secara virtual, Kamis (16/4/2026).
Angela merinci tiga metode utama yang dijalankan MSIN untuk memaksimalkan potensi dari ekosistem digital tersebut, yang pertama adalah Platform-Based Monetization dengan memaksimalkan pendapatan langsung dari platform media sosial global melalui kerja sama resmi.
“Jadi, di dalam platform itu sendiri kita melakukan berbagai skema, revenue sharing dengan platform terkait. Bisa melalui AdSense atau melalui membership,” ungkap Angela.
Kedua, Direct Monetization dengan menggandeng mitra pengiklan secara langsung untuk memanfaatkan jangkauan audiens MSIN. Perseroan bekerja sama dengan berbagai brand dan agensi untuk memonetisasi konten dan reach yang dimiliki pada platform digital.
Terakhir, Ecosystem Monetization dengan mengarahkan trafik dari media sosial ke aset digital milik perseroan sendiri, seperti platform Over-The-Top (OTT).
“Jadi sebetulnya dari konten-konten yang kita upload di social media, itu bagaimana lalu trafiknya kita bisa tarik ke OTT kita, atau ke platform yang ada berada dalam ekosistem kita sendiri. Nah, inilah yang akhirnya kita bisa juga memonetize dari sisi platform OTT kita sendiri,” jelas Angela.