JAKARTA - Emiten sektor energi dan infrastruktur Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), mengumumkan jadwal pelaksanaan stock split dengan rasio 1:25.
Direktur Dian Swastatika Sentosa Daniel Cahya menyatakan harga saham yang tinggi menjadi salah satu kendala transaksi di pasar.
"Likuiditas artinya ada trading atau tidak kan, mungkin di kita bagus, tapi memang sebab harganya terlalu tinggi," kata dia dalam Media Gathering, Kamis (2/4/2026).
Dia berharap langkah tersebut mendorong peningkatan transaksi.
"Tanggal 9 April nanti akan terlihat, jadi kita harapkan saham DSSI akan bih likuid," tuturnya.
Rencana stock split telah disetujui pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham luar biasa.
DSSA akan memfokuskan pengembangan pada percepatan energi baru terbarukan (EBT), transformasi operasional pertambangan yang lebih berkelanjutan, serta ekspansi agresif infrastruktur digital yang menopang adopsi kecerdasan buatan (AI).
Menurut Wakil Presiden Direktur DSSA, Lokita Prasetya strategi tersebut dijalankan secara bertahap guna menjaga stabilitas bisnis sekaligus mendorong transisi energi. "Kami menjaga keandalan pasokan energi saat ini, sekaligus secara bertahap mengembangkan sumber energi yang lebih rendah emisi sebagai bagian dari strategi jangka panjang Perseroan,” ujar dia di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Dari sisi energi, Perseroan tetap mempertahankan sektor ini sebagai fondasi bisnis dengan fokus pada efisiensi operasional dan praktik pertambangan berkelanjutan, termasuk elektrifikasi armada di lini operasional. Langkah ini dilakukan untuk menekan emisi sekaligus menjaga daya saing di tengah transisi energi global.
Di mana pada saat yang sama, perseroan mempercepat pengembangan portofolio EBT, khususnya panas bumi dan tenaga surya. DSSA telah mengoperasikan fasilitas produksi panel surya terintegrasi berkapasitas 1 GW di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal. Selain itu, melalui entitas anak, perseroan mengembangkan proyek panas bumi dengan potensi mencapai 440 MW di berbagai wilayah.
Penguatan sektor energi tersebut menjadi bagian dari target jangka panjang DSSA untuk mencapai netralitas karbon pada 2050, sekaligus menjawab kebutuhan energi yang lebih ramah lingkungan.
Selain energi, DSSA secara paralel mempercepat ekspansi infrastruktur digital untuk menangkap peluang dari pertumbuhan ekonomi berbasis data.
Perseroan saat ini mengoperasikan jaringan fiber optic sepanjang sekitar 57.000 kilometer, dengan lebih dari 9 juta homepass dan sekitar 1 juta pelanggan broadband melalui layanan MyRepublic Indonesia. Skala ini menempatkan DSSA sebagai salah satu pemain signifikan dalam infrastruktur konektivitas nasional.
CEO PT DSST Mas Gemilang, Marlo Budiman, membeberkan kebutuhan konektivitas yang merata menjadi peluang utama bagi ekspansi bisnis digital perseroan.
“Kami melihat peluang besar untuk mendorong pemerataan penetrasi digital dengan menjawab kesenjangan yang ada, sekaligus menghadirkan solusi berbasis AI yang mudah diakses,” ujarnya.
DSSA juga mengembangkan infrastruktur data center nasional sebagai bagian dari strategi digital, termasuk 24 edge data center di 23 kota. Selain itu, perseroan tengah membangun fasilitas data center Tier-IV berbasis AI di Jakarta yang ditargetkan mulai beroperasi pada semester II/2026.
Potensi pasar dinilai masih terbuka luas, mengingat sekitar 50 juta penduduk Indonesia belum mendapatkan akses internet optimal. Di sisi lain, nilai pasar telekomunikasi nasional diproyeksikan mencapai sekitar USD29 miliar.
Sementara itu, Direktur DSSA, David Audy, menyebut kombinasi antara energi dan infrastruktur digital menjadi fondasi penting dalam mendukung adopsi AI di Indonesia.
“Kami melihat peluang masa depan Indonesia yang akan banyak mengadopsi AI, yang ditopang oleh dua fondasi utama, yaitu energi yang andal dan infrastruktur konektivitas digital yang merata,” ujarnya.
Menurutnya, DSSA berada dalam posisi strategis karena memiliki eksposur langsung pada dua sektor kunci tersebut, baik sebagai penyedia infrastruktur maupun sebagai pihak yang memperoleh manfaat dari pertumbuhan ekonomi digital.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.