Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

TUGU Cetak Laba Rp711 Miliar di Tengah Tantangan Industri Asuransi

Feby Novalius , Jurnalis-Senin, 06 April 2026 |16:17 WIB
TUGU Cetak Laba Rp711 Miliar di Tengah Tantangan Industri Asuransi
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) mencatat kinerja positif sepanjang 2025. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) mencatat kinerja positif sepanjang 2025, dengan laba yang tumbuh signifikan meski industri asuransi menghadapi dinamika pasar dan transisi penuh penerapan PSAK 117. Pertumbuhan ini menunjukkan pengelolaan risiko yang terukur dan portofolio yang tetap kuat.

Perseroan membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp711,06 miliar, meningkat dari Rp401,57 miliar pada tahun sebelumnya yang disajikan kembali sehubungan dengan penerapan PSAK 117. Capaian ini mencerminkan kinerja yang tetap terjaga di tengah perubahan standar pelaporan keuangan.

Sejalan dengan PSAK 117, Tugu Insurance melakukan penyesuaian laporan keuangan, termasuk penyajian kembali tahun sebelumnya guna memastikan konsistensi dan keterbandingan kinerja. Perubahan ini terutama memengaruhi pengakuan pendapatan dan beban kontrak asuransi, sehingga berdampak pada penyajian laba tahun 2024.

Sepanjang 2025, pendapatan jasa asuransi tercatat sebesar Rp9,11 triliun, meningkat 22,12% dari tahun sebelumnya. Hasil jasa asuransi juga naik 39,10% menjadi Rp1,02 triliun, didukung optimalisasi portofolio pada lini asuransi fire & property, offshore, dan aviation.

Hasil investasi tercatat Rp717,36 miliar, mencerminkan strategi pengelolaan portofolio yang prudent dan adaptif. Sementara itu, pendapatan usaha lainnya mencapai Rp542,52 miliar, didukung kontribusi entitas anak yang memperkuat diversifikasi sumber pendapatan.

Presiden Direktur Tugu Insurance, Adi Pramana, menyampaikan, "Kinerja 2025 menunjukkan kondisi bisnis yang tetap stabil. Perseroan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan pengelolaan risiko melalui penguatan portofolio dan disiplin underwriting, sebagai upaya mempertahankan kinerja yang sehat dan berkelanjutan."

 

Dari sisi neraca, total aset tercatat Rp27,71 triliun, sementara total ekuitas mencapai Rp10,17 triliun. Risk Based Capital (RBC) berada di level 410,9%, jauh di atas ketentuan minimum regulasi 120%.

Direktur Keuangan & Layanan Korporat, Fitri Azwar, menambahkan, penerapan PSAK 117 merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelaporan keuangan. 

"Implementasi standar baru ini memastikan kinerja yang dicapai tetap didukung oleh fundamental yang sehat, pengelolaan risiko terukur, dan struktur permodalan yang kuat," ujarnya, Senin (6/4/2026). 

Ke depan, perseroan akan terus memperkuat fundamental bisnis dan meningkatkan kualitas pertumbuhan, dengan strategi adaptif untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement