Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Siap Pasok Kebutuhan LNG Domestik, Intip Rencana Donggi Senoro

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Sabtu, 11 April 2026 |16:24 WIB
Siap Pasok Kebutuhan LNG Domestik, Intip Rencana Donggi Senoro
Siap Pasok Kebutuhan LNG Domestik, Intip Rencana Donggi Senoro (Foto: Donggi Senoro)
A
A
A

JAKARTA - PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) siap memasok gas alam cair atau LNG untuk industri dalam negeri. Pemenuhan LNG untuk kebutuhan domestik setelah kontrak penjualan LNG jangka panjang kepada pembeli luar negeri berakhir pada 2027.

Corporate Communication Manager DSLNG Adhika Paramanandana menjelaskan, saat ini perusahaan masih memiliki sisa kontrak ekspor jangka panjang hingga 2027. Namun, perusahaan siap mengikuti arahan pemerintah terkait pemanfaatan LNG untuk pasar nasional.

"Kontrak yang harus kita jaga adalah komitmen kontrak jangka panjang kami. Kami ada kontrak jangka panjang dengan pembeli, kargo JERA, Kyushu, dan Kogas ini sampai 2027," ujarnya di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Sementara, mulai 2028 atau setelah kontrak ekspor jangka panjang usai, perusahaan berkomitmen untuk fokus berkontribusi memenuhi kebutuhan LNG domestik sesuai dengan arahan pemerintah.

"Setelah 2027 kita tetap mendengarkan bagaimana harapan dari pemerintah. Kalau memang dari pemerintah mengharapkan Donggi Senoro untuk lebih berkontribusi untuk nasional, pastinya kita akan mengikuti rencana itu. Semangat kami pastinya akan menjadi kontributor untuk LNG nasional," sambungnya.

Dalam masa tunggu penyelesaian kontrak, DSLNG telah menjadwalkan agenda pemeliharaan besar kilang (Turnaround/TA) pada 2028. Jadwal ini dipilih secara strategis agar tidak berbenturan dengan kewajiban pengiriman kargo ekspor yang masih berjalan hingga tahun depan.

"Jadi 2028 kita enggak ada kewajiban lagi, makanya dipilihnya turn around-nya di 2028," katanya.

Kilang DSLNG hanya memiliki satu train atau satu unit produksi LNG dengan kapasitas 2,1 juta ton per tahun. Oleh karena hanya mengandalkan satu train, tingkat keandalan fasilitas menjadi sangat krusial.

"Karena satu miss, kita stop, produksi kita berhenti. Jadi reliability ini yang menjadi paling utama di DSLNG," katanya.

 

Gas yang diolah DSLNG seluruhnya berasal dari pasokan domestik, yakni lapangan Senoro Toili PSC dan Matindok PSC yang dikelola Pertamina dan Medco. Gas tersebut dicairkan pada suhu sekitar minus 160 derajat Celsius untuk memudahkan transportasi.

"Kita mengambil dari domestik, kita cairkan dengan suhu minus 160 derajat Celcius. Lalu kita bekukan gas jadi cair supaya lebih padat, lebih mudah ditransportasikan," jelasnya.

Sekadar informasi, DSLNG menargetkan produksi secara stabil di level 2,1 juta hingga 2,125 juta ton. Saat ini, dua pembeli utama DSLNG di dalam negeri adalah perusahaan BUMN energi yakni PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan PT PLN (Persero).

Adapun sepanjang 2025, DSLNG mengalokasikan lima kargo LNG untuk mendukung kebutuhan gas dalam negeri.

Dari total tersebut, dua kargo dialokasikan untuk PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan tiga kargo untuk PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN) dengan masing-masing kargo berkapasitas 135 ribu meter kubik LNG.


 

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement