Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

RI Siap Hadapi Krisis Pangan, Stok Beras Aman hingga 11 Bulan

Tangguh Yudha , Jurnalis-Rabu, 15 April 2026 |11:43 WIB
RI Siap Hadapi Krisis Pangan, Stok Beras Aman hingga 11 Bulan
Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog telah mencapai 4,7 juta ton dan menuju 5 juta ton. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog telah mencapai 4,7 juta ton dan menuju 5 juta ton. Ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah sejak Bulog berdiri.

Menurut Amran, capaian tersebut merupakan bagian dari gambaran besar ketahanan pangan nasional yang saat ini berada dalam kondisi kuat. Selain CBP, ketersediaan beras di pasar domestik dan sektor HoReCa (hotel, restoran, dan katering) tercatat mencapai sekitar 12 juta ton.

Sementara itu, potensi standing crop juga diproyeksikan terus menambah pasokan hingga akhir tahun.

“Cadangan kita saat ini 4,7 juta ton dan terus menuju 5 juta ton. Dengan posisi ini, kebutuhan pangan kita cukup hingga 11 bulan ke depan. Ini adalah bentuk kesiapan Indonesia dalam menghadapi potensi krisis pangan global,” tegas Mentan Amran, Rabu (15/4/2026).

Ia menegaskan, dengan posisi cadangan saat ini yang terus meningkat, Indonesia memiliki kesiapan yang cukup dalam menghadapi potensi krisis pangan global. Menurutnya, kondisi geopolitik dunia yang tidak menentu menjadi alasan penting bagi setiap negara untuk memperkuat cadangan pangan secara mandiri dan berkelanjutan.

“Dunia saat ini dihadapkan pada ketidakpastian. Bisa karena konflik, bisa karena kebijakan negara lain yang membatasi ekspor. Karena itu, kita harus memastikan produksi dalam negeri kuat dan cadangan kita cukup,” kata Mentan Amran.

Ia menilai, ketergantungan terhadap rantai pasok global yang rentan terganggu merupakan kelemahan struktural yang harus segera diatasi. Penguatan produksi domestik dan cadangan nasional menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas pangan.

Di tengah meningkatnya tensi geopolitik global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah, kekhawatiran terhadap stabilitas pangan dunia semakin meningkat. Gangguan jalur logistik serta ketidakpastian perdagangan internasional dinilai berpotensi menekan pasokan dan memicu lonjakan harga pangan global.

Dalam konteks tersebut, Amran juga menyoroti inisiatif Rusia yang mendorong pembentukan cadangan pangan bersama negara-negara BRICS sebagai langkah antisipasi krisis. Menurutnya, kerja sama antarnegara menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas pangan global.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement