Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Temui Investor Raksasa di AS, Purbaya Pastikan Fiskal Indonesia Masuk Akal

Anggie Ariesta , Jurnalis-Selasa, 21 April 2026 |17:06 WIB
Temui Investor Raksasa di AS, Purbaya Pastikan Fiskal Indonesia Masuk Akal
Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membagikan pengalaman pribadinya saat melakukan safari ekonomi ke New York dan Washington DC, Amerika Serikat, baru-baru ini. Dalam kunjungannya, Menkeu berhadapan langsung dengan "gajah-gajah" investor global untuk meyakinkan mereka mengenai ketangguhan fundamental ekonomi Indonesia di tengah isu defisit anggaran.

Di New York, Purbaya bertemu dengan raksasa pengelola aset dunia, seperti BlackRock dan Fidelity. Ia menekankan bahwa kehadiran fisik seorang menteri sangat krusial untuk memberikan kepercayaan kepada pasar melalui cara penyampaian kebijakan yang logis dan kredibel.

"Dia mengecek sebetulnya kebijakan fiskal itu masuk akal apa nggak. Yang penting dia pengen lihat messenger-nya. Apakah cara saya menyampaikan masuk akal? Atau kayak orang bloon gitu nyampeinnya. Ternyata kesimpulan mereka pinter juga gue. Jadi abis itu keraguan-keraguan terhadap fiskal hilang. Defisit segala macam, nggak nanya lagi," ungkap Purbaya ke awak media di Kemenkeu, Selasa (21/4/2026).

Perjalanan berlanjut ke Washington DC, di mana Purbaya menghadapi forum yang lebih dinamis dengan belasan investor. Fokus utama para pelaku pasar adalah bagaimana Indonesia menjaga batas defisit 3 persen di tengah naiknya beban subsidi.

Purbaya menjelaskan secara rinci strategi penghematan belanja serta optimalisasi pendapatan negara dari sektor sumber daya mineral (ESDM). Ia juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki bantalan keuangan yang sangat memadai.

"Kita bilang juga gak usah takut. Kalau ada apa-apa juga kita masih aman. Karena kita masih punya buffer yang 420 triliun itu," tegasnya.

Dalam pertemuan bilateral dengan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank), Purbaya mengungkapkan bahwa kedua lembaga tersebut menawarkan bantuan pendanaan bagi negara-negara yang membutuhkan. Namun, dengan percaya diri, Purbaya menolak tawaran pinjaman tersebut karena kondisi APBN Indonesia yang masih sangat sehat.

 

Ia membandingkan kesiapan dana yang dimiliki Indonesia secara mandiri dengan total alokasi bantuan yang disediakan lembaga tersebut untuk banyak negara.

"Saya bilang ya itu terima kasih atas tawarannya. Tapi sekarang kondisi APBN kita masih bagus. Dan saya belum butuh itu. Dan saya masih punya uang sebesar 25 miliar dolar juga yang kita pegang itu sendiri. Mereka kan 25 triliun dolar untuk beberapa negara, kita punya 25 miliar dolar sendiri. Jadi kondisi keuangan kita masih aman," jelas Purbaya.

Keberhasilan meyakinkan para pemegang modal dunia ini diharapkan dapat memperkuat aliran investasi masuk ke tanah air, sekaligus membuktikan bahwa pengelolaan fiskal Indonesia berada di tangan yang tepat dan diakui secara internasional.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement