Dia menambahkan bahwa masalah "pingpong" tanggung jawab antarinstansi seperti BUMN dan Kementerian PU sempat menjadi penghambat utama. Namun, ke depan, pemerintah berkomitmen untuk mengawal ketat setiap proyek strategis nasional agar tidak ada lagi pihak pelaksana yang kebingungan.
Terkait keterlibatan pihak China dalam pengumuman mendatang, Purbaya menyatakan hal tersebut fleksibel tergantung keputusan pemerintah Indonesia. Dia menekankan bahwa dalam proyek ini, baik Indonesia maupun China memiliki posisi yang sama dalam menanggung risiko investasi.
“Bisa iya bisa enggak juga. Kan kita yg nentuin. Mereka tinggal menikmati. Sama-samalah dia juga invest di sini kan. Ketika ada loss, perusahaan China juga loss kan. Kita berapa persen, dia berapa persen bayarnya gitu kan. Jadi sama-sama agak menderita lah,” jelas Purbaya.
Dengan demikian, Purbaya menegaskan bahwa pengawasan ketat terhadap proyek besar akan menjadi standar baru pemerintah. Hal ini dilakukan agar setiap dana yang dikucurkan dapat dimonitor dengan baik, guna menghindari pembengkakan biaya di masa mendatang dan memastikan kelangsungan kerja sama internasional yang sehat.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.