Indonesia sendiri diuntungkan oleh kapasitas produksi batu bara yang besar, yang relatif tahan terhadap gejolak harga minyak global.
Selain itu, Indonesia juga merupakan eksportir terbesar batu bara termal di dunia serta produsen gas alam penting.
Pada 2024, Indonesia tercatat sebagai produsen gas alam terbesar ke-13 secara global dengan produksi sekitar 2.465 miliar meter kubik.
Di sisi lain, laporan tersebut menunjukkan kontras dengan sejumlah negara maju seperti Italia, Jepang, Korea Selatan, Singapura, hingga Belanda yang justru paling terdampak oleh gejolak energi.
Tingginya ketergantungan pada impor minyak dan gas menjadi faktor utama kerentanan mereka, terlebih dengan ketidakpastian jalur distribusi energi global seperti di Selat Hormuz.
Temuan ini menegaskan pentingnya diversifikasi energi sebagai strategi utama menghadapi tekanan global.