Bisnis distribusi mencatat penurunan pendapatan penjualan sepeda motor sebesar 5% YoY, sementara pendapatan purna jual meningkat 4% YoY. Pada bisnis ritel, pendapatan penjualan meningkat 3% YoY, meskipun pendapatan purna jual mengalami penurunan tipis sebesar 2% YoY. Sebagai hasilnya, pendapatan bersih segmen ini menurun 3% YoY menjadi Rp3.797 miliar.
Namun demikian, laba kotor meningkat 2% YoY menjadi Rp321 miliar, dengan margin yang membaik menjadi 8,5% dari 8,0%, mencerminkan pengelolaan biaya yang lebih optimal serta kontribusi yang lebih baik dari lini bisnis ritel dan purna jual.
Pada segmen asuransi, MPMInsurance mencatat penurunan pendapatan sebesar 17% YoY menjadi Rp204 miliar, terutama dipengaruhi oleh penurunan kontribusi pada lini kendaraan bermotor dan properti. Namun, kinerja operasional menunjukkan perbaikan, tercermin dari penurunan biaya pendapatan sebesar 22% YoY yang mendorong peningkatan hasil layanan asuransi sebesar 10% YoY menjadi Rp44 miliar.
Selain itu, hasil investasi meningkat 34% YoY menjadi Rp12 miliar, didukung oleh peningkatan pendapatan lainnya. Di segmen penyewaan kendaraan, MPMRent mencatat aktivitas operasional yang lebih moderat, dengan pendapatan menurun 4% YoY menjadi Rp368 miliar.
Meskipun demikian, laba kotor meningkat 9% YoY menjadi Rp83 miliar, dengan margin laba kotor yang membaik signifikan menjadi 22,6% dari 19,9% pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini didorong oleh penurunan harga pokok penjualan, peningkatan profitabilitas pada bisnis penyewaan kendaraan, serta kontribusi yang lebih kuat dari penjualan mobil bekas.