Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tantangan Industri Migas RI, Impor Tinggi dan Keterbatasan Teknologi

Feby Novalius , Jurnalis-Senin, 04 Mei 2026 |11:11 WIB
Tantangan Industri Migas RI, Impor Tinggi dan Keterbatasan Teknologi
Industri migas Indonesia dinilai masih menghadapi tantangan struktural, mulai dari ketergantungan impor peralatan strategis, keterbatasan penguasaan teknologi. (Foto :okezone.com/Feby)
A
A
A

IAFMI bersama Komunitas Migas Indonesia (KMI) mendorong sejumlah arah transformasi industri migas nasional, antara lain penurunan impor peralatan migas, efisiensi dan optimalisasi cost recovery, peningkatan TKDN berbasis kualitas, lahirnya national champion industri migas, serta penguatan posisi Indonesia sebagai basis industri migas di Asia Tenggara.

Namun demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi, di antaranya ketergantungan pada impor komponen kritikal, keterbatasan penguasaan teknologi dan riset dan pengembangan (R&D), regulasi yang dinilai belum kompetitif, kesenjangan kualitas sumber daya manusia, serta lemahnya daya saing industri nasional di pasar global.

Ketua Komunitas Migas Indonesia, S. Herry Putranto, mengatakan penguatan industri nasional membutuhkan dukungan regulasi yang berpihak serta investasi teknologi dan pengembangan sumber daya manusia.

“Artas Energi memiliki sumber daya dan pasar. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk membangun industri sendiri, dengan regulasi yang berpihak kepada kepentingan industri nasional serta kesiapan SDM yang mampu bersaing secara global,” kata Herry.

IAFMI menilai penguatan industri migas nasional membutuhkan percepatan reformasi regulasi, penguatan rantai pasok dalam negeri, serta pengembangan ekosistem industri yang lebih mandiri dan berdaya saing.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement