JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi data inflasi periode April 2026 yang dinilai menunjukkan tren perbaikan. Menurutnya, terkendalinya inflasi saat ini membuktikan bahwa kekhawatiran sejumlah pengamat ekonomi mengenai risiko inflasi yang tidak terkendali tidak terbukti.
Purbaya menjelaskan bahwa stabilitas harga saat ini dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang memilih menyerap fluktuasi harga minyak mentah dunia untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Eh, inflasi bagus ya hari ini. Itu kan seperti saya bilang sebelumnya. Yang sebelumnya tinggi karena ada faktor subsidi,” ujar Purbaya di kantornya, Senin (4/5/2026).
Purbaya menekankan bahwa keputusan untuk tidak serta-merta menaikkan harga BBM mengikuti harga pasar dunia merupakan langkah strategis yang didasarkan pada perhitungan matang, bukan sekadar kebijakan anggaran.
Pemerintah, kata dia, berupaya mencegah pelemahan ekonomi akibat turunnya daya beli jika harga energi sepenuhnya dilepas ke mekanisme pasar.
“Tapi kalau kita lepas harga minyak, harga BBM sesuai dengan harga minyak dunia, pasti inflasinya naik tinggi, daya beli akan tergerus, ekonomi akan melambat secara signifikan. Itulah alasan kenapa kita menahan sebagian subsidi BBM. Jadi itu ada hitungannya, bukan saya sok jago, banyak duit, bagi-bagi, bukan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pengalaman selama 25 tahun terakhir menjadi dasar pemerintah dalam menghitung dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Saat ini, solar untuk transportasi barang dipastikan tidak mengalami kenaikan harga guna menjaga stabilitas biaya logistik.
Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi melaporkan inflasi pada April 2026 sebesar 0,13 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Angka ini menunjukkan penurunan tekanan dibandingkan Maret 2026 yang sempat mencapai 0,41 persen mtm.
Sektor transportasi menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,12 persen, terutama dipicu kenaikan tarif angkutan udara yang menyumbang 0,11 persen.
Bensin memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen, sementara komoditas pangan seperti minyak goreng (0,05 persen), tomat (0,03 persen), dan beras (0,02 persen) turut memberikan kontribusi.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.