Sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa pada tahun 2026, Indonesia tidak lagi melakukan impor solar.
Pengoperasian RDMP Balikpapan ini menambah produksi solar, avtur, dan tambahan sedikit elpiji. Sementara untuk produksi bensin, nafta blok, baru akan beroperasi pada Juni 2026. Kedua kilang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri, seiring upaya pemerintah menurunkan impor BBM.
"Ke depan kita akan impor crude saja, kalau ini kita mampu lakukan, maka gerakan-gerakan tambahan ini semakin tipis dan setelah ini ramai lagi di sosmed karena dianggap Menteri ESDM potong-potong jalur barang importir," kata Bahlil saat peresmian Kilang RDMP Balikpapan (12/1).
Proyek RDMP Balikpapan memiliki nilai investasi mencapai USD7,4 miliar. Dari total tersebut, USD4,3 miliar berasal dari ekuitas, sedangkan USD3,1 miliar diperoleh melalui pinjaman yang didukung oleh Export Credit Agency (ECA).
Proyek ini akan meningkatkan ketahanan energi nasional, karena akan meningkatkan kapasitas pengolahan kilang sebanyak 100 ribu barel per hari. Sehingga kapasitas pengolahan menjadi 360 ribu barel per hari.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.