Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Taruhan Indonesia di Balik Hilirisasi Batu Bara, Menuju Swasembada Energi 

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Rabu, 06 Mei 2026 |20:33 WIB
Taruhan Indonesia di Balik Hilirisasi Batu Bara, Menuju Swasembada Energi 
Taruhan Indonesia di Balik Hilirisasi Batu Bara, Menuju Swasembada Energi (Foto: PTBA)
A
A
A

Batu Bara Jaga Ketahanan Energi Nasional

Ketua Umum Ikatan Alumni Geologi ITB Abdul Bari menegaskan, batu bara masih memegang peran strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional. Dengan sumber daya mencapai 97 miliar ton dan cadangan terbukti sekitar 32 miliar ton, Indonesia memiliki modal besar untuk menopang kebutuhan energi domestik sekaligus mendukung industrialisasi.

Namun, arah kebijakan kini tidak lagi bertumpu pada eksploitasi semata. Batu bara didorong naik kelas melalui hilirisasi mulai dari gasifikasi menjadi DME sebagai substitusi LPG, hingga pengembangan Synthetic Natural Gas (SNG) sebagai alternatif energi. Upaya ini menjadi bagian dari strategi besar menuju swasembada energi nasional.

Di saat dunia bergerak menuju energi bersih, Indonesia memilih jalur transisi yang adaptif. Batu bara ditempatkan sebagai energi jembatan—menopang kebutuhan hari ini sembari memberi ruang bagi pengembangan energi masa depan.

Melalui sinergi MIND ID dan PTBA, peningkatan kapasitas produksi batu bara tidak hanya menjadi upaya menjaga pasokan energi, tetapi juga strategi besar memperkuat industrialisasi nasional. Hilirisasi menjadi kunci agar Indonesia tidak lagi sekadar pengekspor bahan mentah, melainkan pemain utama dalam rantai nilai energi global.

Direktur Eksekutif Daulat Energi Ridwan Hanafi menilai pemanfaatan batu bara masih sangat relevan dalam menjaga kesinambungan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global.

Menurutnya, konflik di berbagai kawasan mulai dari Timur Tengah hingga perang antara Rusia dan Ukraina telah mendorong lonjakan harga minyak dan gas dunia. Kondisi ini memberikan tekanan besar bagi negara-negara yang bergantung pada impor energi.

“Indonesia berada pada posisi yang relatif lebih aman karena memiliki kekuatan sumber daya energi domestik, khususnya batu bara yang menjadi penopang utama pembangkit listrik nasional,” ujarnya.

Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral per September 2025 menunjukkan Indonesia memiliki cadangan batu bara sekitar 31,9 miliar ton, dengan total sumber daya mencapai 97,96 miliar ton. Cadangan ini tersebar di 23 provinsi, terutama di Kalimantan dan Sumatera, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kekuatan batu bara terbesar di dunia.

Keunggulan ini memberi dampak nyata. Ketika harga energi global melonjak, biaya pembangkitan listrik di dalam negeri tetap lebih terkendali. Stabilitas ini berperan penting dalam menjaga inflasi dan daya beli masyarakat, sekaligus memastikan industri tetap beroperasi.

Di titik inilah peran MIND ID menjadi krusial. Sebagai holding industri pertambangan, MIND ID tidak hanya menjaga kesinambungan produksi batu bara, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas dan hilirisasi untuk menciptakan nilai tambah.

Hilirisasi Batu Bara
Hilirisasi Batu Bara
 

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement