Purbaya menambahkan bahwa LPEI memiliki ketersediaan dana yang cukup besar namun selama ini belum teroptimalkan secara maksimal.
Purbaya optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi pada dua kuartal mendatang tidak hanya akan bertahan di level 5 persen, tetapi justru akan menguat menuju angka 6 persen. Ia menganalogikan kondisi ekonomi saat ini seperti pasien yang telah pulih dan siap berlari kencang.
"Di kuartal 3 dan 4 akan di atas 5,5 persen kan? Saya mendorong ke 6 kan? Makanya kemarin itu agak sakit, jadi kita sudah sembuh supaya kita bisa gerak lebih cepat lagi," ungkap Purbaya.
Alih-alih hanya mengandalkan stimulus fiskal, Menkeu akan menggunakan wewenangnya untuk memastikan perbankan lebih aktif menyalurkan kredit ke sektor riil. Terlebih dengan adanya integrasi bank-bank pelat merah di bawah BPI Danantara, koordinasi kebijakan diyakini akan lebih solid.
"Kita akan pastikan sektor swasta bekerja dengan baik. Bukanlah stimulus saja, ada berbagai cara. Antara yang misalnya kita paksakan perbankan kerja. Artinya apa? Dia memberikan kemudahan akses ke real sektor. Apalagi kan sekarang banknya punya Danantara. Satu komando kan? Kalau diperlukan kita usulkan kebijakan ke arah sana," ujarnya.
Meski demikian, Purbaya menekankan bahwa tidak akan melakukan pemaksaan secara kaku terhadap perbankan. "Yang saya kerjakan adalah bukan saya paksa banknya minjam, tapi saya akan pastikan invisible hand bekerja di sektor finansial," pungkas Purbaya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.