Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

3 Saham Prajogo Pangestu Didepak dari MSCI Global Index

Feby Novalius , Jurnalis-Rabu, 13 Mei 2026 |07:49 WIB
3 Saham Prajogo Pangestu Didepak dari MSCI Global Index
Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan enam emiten Indonesia dikeluarkan sebagai konstituen dari MSCI Global Standard Index. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan enam emiten Indonesia dikeluarkan sebagai konstituen dari MSCI Global Standard Index. Dari data tersebut, mayoritas emiten terkait dengan konglomerat Prajogo Pangestu.

Melansir laman resmi MSCI, Rabu (13/5/2026), saham yang dikeluarkan dari indeks global tersebut antara lain PT Amman Mineral Internasional (AMMN), PT Barito Renewables Energy (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Dari daftar tersebut, tiga di antaranya merupakan emiten yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk, PT Chandra Asri Pacific Tbk, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk.

Meski saham-saham tersebut dikeluarkan dari indeks global, kekayaan Prajogo Pangestu tercatat meningkat sebesar USD581 juta atau 2,92% menjadi USD20,5 miliar, setara sekitar Rp358,7 triliun.

Seperti diketahui, Prajogo Pangestu memulai ekspansi bisnisnya melalui Barito Pacific yang melakukan penawaran umum perdana (IPO) pada 1993. Perusahaan tersebut kemudian mengubah nama menjadi Barito Pacific setelah mengurangi bisnis kayu pada 2007.

Pada tahun yang sama, Barito Pacific mengakuisisi 70% saham perusahaan petrokimia terdaftar Chandra Asri. Selanjutnya, Chandra Asri berkembang menjadi salah satu produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia.

Pada 2011, Chandra Asri melakukan merger dengan Tri Polyta Indonesia, yang semakin memperkuat posisinya di industri petrokimia nasional. Pada tahun yang sama, Thaioil mengakuisisi 15% saham di Chandra Asri.

Setelah membawa perusahaan tambang batubara Petrindo Jaya Kreasi ke bursa pada 2023, Prajogo Pangestu kemudian juga mencatatkan anak usaha energi terbarukannya, Barito Renewables Energy, pada akhir tahun yang sama di Bursa Efek Indonesia.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement