Di sisi lain, Purbaya memastikan bahwa merosotnya nilai tukar Rupiah ke level Rp17.500 per dolar AS belum mengganggu postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), khususnya terkait subsidi energi. Hal ini dikarenakan pemerintah telah melakukan simulasi risiko dengan parameter harga minyak yang cukup tinggi.
"Terus rupiah itu dampaknya apa? Waktu kita hitung kemarin 120 per barel, ya rupiahnya dekat-dekat situ, jadi enggak ada masalah. Saya enggak harus hitung ulang," pungkasnya.
Selain masalah fiskal, Purbaya juga mengungkapkan hasil koordinasinya dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk memperkuat penerimaan negara dari sektor migas dan pertambangan guna menopang ketahanan ekonomi nasional.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.