Prabowo juga menyebut banyak negara mulai melirik Indonesia untuk memenuhi kebutuhan beras. Menurutnya, kondisi tersebut tidak akan terjadi tanpa penguatan sektor pertanian dalam beberapa tahun terakhir. “Bayangkan kalau kita tidak swasembada. Kalau kita tidak buru-buru bereskan masalah pertanian,” ujarnya.
Secara khusus Presiden menyampaikan apresiasi kepada Mentan Amran yang dinilai bekerja tanpa mengenal waktu dan memahami langsung persoalan petani karena berasal dari keluarga petani. “Untung kita punya Menteri Pertanian yang hebat. Karena dia memang anaknya petani. Tiap saya telepon ada di sini, ada di situ. Ini menteri yang hebat. Terima kasih,” kata Presiden Prabowo
Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kementerian Pertanian, termasuk Wakil Menteri Pertanian Sudaryono yang dinilainya turut berkontribusi memperkuat sektor pertanian nasional. “Timnya juga hebat. Wakil menterinya juga hebat. Anak petani jadi mengerti, tidak bisa dibohongi,” ujar Presiden Prabowo.
Sebelumnya, Indonesia mencatat tonggak penting melalui ekspor pupuk urea ke Australia dengan komitmen kerja sama sebesar 250.000 ton dan ditargetkan meningkat menjadi 500.000 ton dengan nilai mencapai sekitar Rp7 triliun pada Kamis (14/5/2026). Langkah tersebut menjadi sinyal meningkatnya daya saing industri pupuk nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok strategis di tengah tekanan global terhadap rantai pasok pupuk.
Ekspor tersebut juga menandai perubahan posisi Indonesia dari negara yang fokus memenuhi kebutuhan domestik menjadi negara yang mulai berkontribusi terhadap ketahanan pangan kawasan dan global.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.