Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kembangkan 53 Kawasan Transmigrasi, AHY Ungkap RI Punya Sumber Daya Alam Melimpah

Tangguh Yudha , Jurnalis-Minggu, 17 Mei 2026 |13:38 WIB
Kembangkan 53 Kawasan Transmigrasi, AHY Ungkap RI Punya Sumber Daya Alam Melimpah
Kembangkan 53 Kawasan Transmigrasi, AHY Ungkap RI Punya Sumber Daya Alam Melimpah (Foto: Okezone)
A
A
A

Untuk diketahui, pada 2026 ini, Kementerans kembali menjalankan Program Transmigrasi Patriot dengan melibatkan 1.458 peserta yang akan ditempatkan di 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia.

Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, program tahun ini difokuskan untuk mendorong pembangunan kawasan sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan, terutama di wilayah Indonesia Timur. Menurutnya, sejumlah kawasan tambahan juga dipilih karena dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat ekonomi baru.

“Tahun lalu, kami menerjunkan 2.000 peneliti ke 154 kawasan transmigrasi. Sekarang terdapat 1.458 peserta di 53 kawasan. Apa pertimbangannya? Pertama, kami memiliki kewajiban dari Kementerian PPN/Bappenas untuk memprioritaskan 45 kawasan transmigrasi, terutama di Indonesia Timur. Jadi fokus utama kami berada di sana," ungkap Iftitah.

Selain melakukan penelitian, Program Transmigrasi Patriot tahun ini juga akan mencakup kegiatan pengabdian masyarakat. Dukungan yang diberikan meliputi pembangunan sarana air bersih, jalan, dan jembatan.

"Jika sebelumnya anggaran hanya digunakan untuk penelitian, sekarang kami juga menyediakan dukungan untuk pengabdian masyarakat. Misalnya pembangunan sarana air bersih, jalan, dan jembatan. Jadi tidak hanya berhenti pada penelitian, tetapi juga ada aksi nyata pengabdian kepada masyarakat," ujarnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement