Kunjungan tersebut bertepatan dengan pergerakan IHSG yang kembali tertekan ke zona merah pada pembukaan pasar.
Pada pukul 09.25 WIB, indeks saham domestik melorot 0,35 persen ke level 6.576,07, melanjutkan tren koreksi dari hari sebelumnya (Senin, 18/5/2026) yang sempat anjlok 1,85 persen atau terpangkas 124,07 poin menuju level 6.599,24.
Merespons tingkat volatilitas pasar yang tinggi, Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, meminta para investor dan pelaku pasar modal untuk tidak panik dan tetap mengacu pada analisis fundamental yang rasional. Jeffrey menegaskan bahwa penurunan indeks saat ini masih sejalan dengan tren koreksi di pasar global.
“Jika kita akumulasikan koreksi dua hari di pasar global Asia saat kita libur, ditambah sedikit koreksi tambahan hari ini, hasilnya memang sama dengan penurunan yang kita alami sekarang. Jadi, masih inline dengan tren pasar global,” jelas Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.