Sejalan dengan peran strategis PLN sebagai orkestrator energi nasional, kesepakatan ini akan mendukung pengembangan produksi gas nasional sebagai bagian dari ketahanan energi nasional.
"Dengan perkiraan nilai transaksi sebesar Rp360 triliun, kesepakatan ini akan menjadi salah satu pembuka jalan pengembangan lapangan gas baru baik di Masela yang ada di Maluku maupun lapangan gas Muara Bakau, East Sepinggan, Ganal dan West Ganal di Kalimantan Timur. Kolaborasi PLN EPI dan produsen gas merupakan langkah nyata untuk memperkuat ketahanan energi nasional," tambah Rakhmad.
Selain kedua kontrak LNG, PLN EPI juga menandatangani PJBG dengan Saka Indonesia Pangkah Limited (SIPL) untuk memasok gas ke PLTGU Gresik sebesar 7-10 MMSCFD untuk periode 2026–2029 dan amendemen PJBG dengan PT Pertamina (Persero) untuk kebutuhan pembangkit listrik di Tanjung Batu dan Bontang. Amandemen PJBG ini dilakukan untuk mengakomodasi penetapan alokasi gas dari Kementerian ESDM tanpa mengubah volume maupun harga.
“PLN EPI terus memperkuat sumber pasokan energi primer yang andal dan kompetitif agar kebutuhan pembangkit dapat terpenuhi secara berkelanjutan sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan energi nasional,” kata Rakhmad.
Melalui penguatan kerja sama gas domestik dan LNG global, PLN EPI terus memperkuat keandalan pasokan energi primer bagi pembangkit listrik nasional sekaligus mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih bersih, berkelanjutan dan berdaya saing.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.