Selain itu, faktor musiman domestik turut memperburuk tekanan, terutama pada periode April–Juni, akibat tingginya kebutuhan valas untuk pembayaran dividen, utang luar negeri korporasi, serta kebutuhan ibadah haji dan umrah.
“Itu yang menyebabkan capital outflow di tengah permintaan valas domestik masih tinggi,” kata Perry.
2. Rupiah Akan Stabil dan Menguat di Juli–Agustus
Perry Warjiyo menilai pelemahan rupiah saat ini bersifat sementara dan tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia.
“Dengan fundamental yang kuat, rupiah akan stabil pada Juni dan cenderung menguat pada Juli–Agustus,” ujarnya.
BI juga memperkuat stabilisasi melalui intervensi pasar valas, penguatan instrumen SRBI, serta peningkatan daya tarik aset keuangan domestik untuk menarik kembali aliran modal asing.
3. Prabowo Patok Kurs RAPBN 2027 di Rp16.800–Rp17.500