Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Hampir Rp17.900 per USD, Begini Respons Bank Indonesia

Anggie Ariesta , Jurnalis-Jum'at, 29 Mei 2026 |16:38 WIB
Rupiah Hampir Rp17.900 per USD, Begini Respons Bank Indonesia
Bank Indonesia (BI) merespons pelemahan nilai tukar rupiah yang kian tertekan hingga mendekati level Rp17.900. (Foto :Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) merespons pelemahan nilai tukar rupiah yang kian tertekan hingga mendekati level Rp17.900 per dolar Amerika Serikat (AS). Di tengah masa libur dan cuti bersama Iduladha 1447 H, otoritas moneter menegaskan bahwa guncangan terhadap mata uang Garuda dipicu oleh akumulasi faktor eksternal dan kebutuhan musiman di dalam negeri.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan eskalasi konflik militer yang kembali memanas di kawasan Timur Tengah menjadi faktor utama di balik tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. Faktor tersebut kemudian berkelindan dengan lonjakan permintaan valuta asing (valas) di pasar domestik yang tidak diimbangi pasokan likuiditas dolar AS yang memadai.

“Tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih dipengaruhi oleh berlanjutnya ketidakpastian global akibat perkembangan konflik di Timur Tengah. Di samping itu, terdapat peningkatan kebutuhan valas secara musiman, antara lain untuk pembayaran ULN dan repatriasi dividen, di tengah arus masuk dolar AS yang terbatas,” ungkap Denny, Jumat (29/5/2026).

Guna meredam volatilitas tersebut, Bank Indonesia memastikan tidak akan tinggal diam. Denny menegaskan bank sentral berkomitmen penuh menjaga stabilitas moneter secara berkelanjutan, baik di pasar domestik maupun internasional.

“Sebagaimana disampaikan Bapak Gubernur Bank Indonesia pada kesempatan sebelumnya, Bank Indonesia terus berkomitmen hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, around the world, around the clock,” jelas Denny.

“Komitmen tersebut diwujudkan melalui optimalisasi intervensi pasar valas melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian SBN di pasar sekunder secara konsisten dan terukur,” imbuhnya.

Selain mengandalkan intervensi di pasar spot dan derivatif, BI juga terus memperkuat lini pertahanan melalui bauran kebijakan moneter (monetary policy mix).

Langkah tersebut dilakukan dengan mendesain struktur suku bunga instrumen moneter yang pro-pasar (pro-market) guna mencegah terjadinya arus keluar modal asing (capital outflow) dan mempertahankan imbal hasil (yield) aset keuangan domestik agar tetap atraktif di mata investor global.

Dari sisi pengendalian permintaan, Bank Indonesia juga bergerak cepat membatasi aktivitas spekulasi valas di tingkat hilir.

“Dari sisi permintaan dolar AS, Bank Indonesia juga telah menetapkan threshold tunai beli valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi USD25.000 per pelaku per bulan yang akan berlaku mulai Juni 2026,” katanya.

BI resmi memperketat aturan transaksi tunai harian dengan menetapkan ambang batas (threshold) baru yang lebih ketat untuk pembelian dolar AS tanpa dokumen pendukung (underlying asset). Kebijakan tersebut akan mulai berlaku efektif pada Juni 2026.

“Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan otoritas terkait untuk mendukung stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar, antara lain melalui penguatan pengawasan terhadap bank dan korporasi dengan aktivitas pembelian dolar AS yang tinggi,” tegas Denny.

Dengan demikian, Denny memastikan jajaran Dewan Gubernur BI akan terus memantau perkembangan di pasar keuangan secara cermat. BI juga siap mengambil langkah lanjutan secara terukur guna menjaga ketahanan eksternal makroekonomi nasional.

“Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik serta senantiasa hadir di pasar dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung ketahanan eksternal perekonomian Indonesia,” pungkasnya.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement