Menurut Purbaya, perluasan mandat ini bukanlah sesuatu yang mengejutkan atau sepenuhnya baru di ranah kebijakan moneter global. Langkah ini mengadopsi praktik yang sudah lama diterapkan oleh beberapa bank sentral utama dunia, salah satunya Federal Reserve (The Fed) di Amerika Serikat.
"Itu kan hanya penambahan saja. Sama pandangannya Amerika seperti itu kan. Jadi nggak ada yang baru sebetulnya. Isunya udah lama. Dan mungkin kalau ada perbedaan pun nggak terlalu signifikan. Karena itu udah praktek salah satu bank sentra terkuat di dunia kan," jelas Purbaya.
Pemerintah menilai adopsi kebijakan ini sangat relevan untuk memperkuat sinergi antara kebijakan moneter dan sektor riil di dalam negeri. Dengan demikian, fokus BI akan menjadi lebih seimbang demi menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
"Amerika seperti itu gara-gara. Jadi bukan hanya stabilitas nilai tekar atau inflasi saja, tapi juga memperhatikan penempahan ekonomi terhadap penciptaan lapangan kerja. Itu emang seperti itu salah satu praktek di dunia. Jadi bukan hal baru," pungkasnya.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.