Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Provinsi dengan Korban PHK Terbanyak Sepanjang 2026

Feby Novalius , Jurnalis-Jum'at, 05 Juni 2026 |22:05 WIB
5 Provinsi dengan Korban PHK Terbanyak Sepanjang 2026
5 Provinsi dengan korban PHK terbanyak sepanjang 2026. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA – 5 Provinsi dengan korban PHK terbanyak sepanjang 2026.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Kementerian Ketenagakerjaan mencatat sebanyak 23.470 pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai daerah di Indonesia.

Data dalam Satu Data Kemnaker menunjukkan bahwa kasus PHK paling banyak terkonsentrasi di beberapa provinsi industri utama, dengan kontribusi terbesar berasal dari wilayah Jawa dan Kalimantan.

5 Provinsi dengan Kasus PHK Tertinggi 2026:

1. Jawa Barat – 5.044 pekerja (21,49% dari total nasional) 

2. Banten – 2.596 pekerja 

3. Jawa Timur – 2.332 pekerja 

4. Kalimantan Selatan – 1.841 pekerja 

5. Kalimantan Timur – 1.831 pekerja 

Dominasi Jawa Barat menunjukkan bahwa kawasan industri padat tenaga kerja masih menjadi titik paling rentan terhadap gelombang PHK di awal 2026.

Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh memperkirakan gelombang PHK akan terus berlanjut dalam beberapa bulan ke depan, dengan potensi mencapai sekitar 9.000 pekerja di sedikitnya 10 perusahaan.

Wakil Presiden KSPI, Kahar S. Cahyono, menyebut sejumlah PHK telah terjadi di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Serang dan Jawa Timur, yang melibatkan ratusan pekerja di sektor manufaktur dan otomotif.

KSPI menilai tekanan biaya produksi menjadi salah satu pemicu utama, terutama akibat kenaikan harga bahan bakar industri dan pelemahan nilai tukar rupiah yang mendorong lonjakan biaya bahan baku impor.

“Kenaikan ongkos produksi membuat perusahaan memilih efisiensi melalui PHK, dan dampaknya langsung dirasakan pekerja,” ujar Kahar.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement